Arti Kedutan Mata Kiri Atas, Kanan Bawah, Kiri Bawah, Kanan Atas menurut Islam dan Primbon, Arti Bersin, Arti Telinga Berdenging, Arti Tahi Lalat, Primbon Haid, dan Mitos Jawa

Minggu, 31 Desember 2017

7 Penyebab Mata Kedutan Terus Menerus dan Cara Menghilangkannya

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Mata Kedutan - Apakah saat ini Anda sedang merasakan kedutan di sekitar mata? Menurut mitos yang beredar, kedutan yang Anda alami bisa membawa suatu pertanda tentang kejadian masa depan. Seperti yang terdapat dalam kitab primbon mujarobat Jawa, pertanda tersebut bisa memiliki makna baik dan buruk, tergantung dari bagian mana yang berkedut.

Meski hanya sekedar mitos, namun hingga saat ini, banyak orang yang masih mempercayai ramalan arti kedutan mata. Padahal, kedutan mata sendiri dapat dijelaskan penyebab dan proses terjadinya oleh ilmu medis.

Lantas, apa saja hal-hal yang menjadi penyebab mata kedutan menurut kesehatan? Bagaimana cara mengatasi mata kedutan yang terjadi terus menerus sehingga mengganggu keseharian? Ketahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dengan membaca secara lengkap artikel berikut!

Penyebab Mata Kedutan

Dalam ilmu medis, kedutan mata disebut dengan istilah blefaropasme. Blefaropasme adalah kondisi dimana kelopak mata melakukan gerakan berulang secara spontan, tiba-tiba, dan tanpa bisa dikendalikan. Blefaropasme biasanya terjadi dengan ritme 2-5 detik sekali dan berlangsung selama 1-2 menit. Meski orang yang mengalaminya tidak akan merasakan sakit, namun kedutan mata atau blefaropasme ini tentu akan sangat mengganggu, terlebih bila terjadi terus menerus.

Penyebab Mata Kedutan Terjadinya kedutan mata tidak bisa dilepaskan dari struktur anatomi kelopak mata dan daerah sekitar mata yang sangat sensitif. Keberadaan sel syaraf motorik di area tersebut sangat banyak dan membuatnya menjadi begitu peka terhadap suatu rangsangan. Contohnya, mata kita bisa langsung berkedip tanpa harus menunggu perintah otak ketika mendapati cahaya yang terlalu silau, debu jalanan, atau rangsangan lainnya.

Keberadaan sel syaraf yang banyak di sekitar mata inilah yang juga menjadi penyebab kedutan mata terjadi. Ada kalanya kontraksi otot mata menekan sel syaraf di sekitar mata dan menyebabkan konsleting pada membrannya. Konsleting ini menyebabkan timbulnya gerakan bawah sadar dengan ritme tertentu pada otot di sekitar mata. Karena bergerak di bawah sadar, gerakan yang kita namai dengan istilah kedutan ini tidak bisa dikendalikan otak. Ia akan berhenti dengan sendirinya bila konsleting di syaraf motorik sudah kembali pulih.

Konsleting sel syaraf yang menjadi penyebab kedutan mata dapat dipicu oleh beberapa faktor, misalnya kelelahan, stress, kurang istirahat, minum minuman keras, kafein, atau kebiasaan merokok.

Selain itu, pada kondisi kedutan yang parah, konsleting sel syaraf mata juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan penyakit seperti blefaritis, uveitis, dan eutropion. Anda bisa mengetahui jenis-jenis penyakit tersebut dengan membaca artikel di Alodokter ini.

Cara Menghilangkan Kedutan Mata

Meskipun bisa hilang dengan sendirinya, namun ada kalanya ia bisa terus muncul kembali. Jika mengalami kedutan semacam ini, maka Anda disarankan untuk menghentikan aktivitas. Beristirahatlah dengan cukup, kompres mata dengan air hangat, dan hindarilah konsumsi kafein, minuman keras dan rokok untuk sementara waktu.

Bila semua hal tersebut sudah Anda lakukan tapi kedutan mata tak kunjung hilang, maka segera periksakan kesehatan Anda ke dokter terdekat. Terlebih jika kedutan sudah terjadi berminggu-minggu, kelopak mata sulit membuka, mata menjadi bengkak, merah, dan mengeluarkan cairan, atau bila kedutan meluas ke bagian wajah lainnya.

Nah, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan tentang penyebab kedutan mata dan cara mengatasinya. Semoga setelah membaca pemaparan ini, Anda bisa terbantu untuk mengenali gejala kedutan yang dialami dan menghilangkannya dengan cepat. Semoga bermanfaat!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Terkait : 7 Penyebab Mata Kedutan Terus Menerus dan Cara Menghilangkannya